Rugikan Ratusan Miliar, Korban Kripto Timothy Ronald Serbu Gedung DPR

Hypetoday.id – Kasus dugaan penipuan berkedok edukasi kripto yang menyeret nama influencer Timothy Ronald dan rekannya, Kalimasada, makin panas nih, guys. Lebih dari 30 ribu orang yang mengaku sebagai korban masih berjuang keras buat balikin uang mereka yang diduga lenyap dikelola oleh duo tersebut. Nggak main-main, kerugiannya ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah!

Karena merasa proses hukum di kepolisian jalan di tempat alias lambat banget, perwakilan korban akhirnya mutusin buat turun ke jalan. Puluhan orang nekat ngegelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/3/2026). Mereka bawa satu misi: minta keadilan dan perhatian dari wakil rakyat.

Jajang, kuasa hukum para korban, blak-blakan soal nasib kliennya. Dia bilang aksi ini udah yang ketiga kalinya mereka lakuin karena udah gerah sama ketidakjelasan proses hukum.

“Hari ini kami melakukan aksi demonstrasi ketiga. Kenapa? Saya mau membela lebih dari 30 ribuan korban yang sudah merugi mencapai Rp 600 Miliar,” kata Jajang di sela-sela aksi.

Jajang juga ngeluh soal lambatnya penanganan kasus ini oleh pihak berwajib. Padahal, laporan udah masuk sejak tiga bulan lalu, tapi sampai sekarang belum ada progres yang berarti. Makanya, mereka nekat ngadu ke Komisi III DPR RI biar ada pengawasan ketat.

“Sampai saat ini, kasus belum diproses secara signifikan. Artinya kami menduga prosesnya sangat lambat. Oleh sebab itu kami mengadu ke DPR RI agar proses ini dilaksanakan secepat-cepatnya dan tegas,” tegasnya.

Modus operandinya juga diungkap, guys. Katanya sih, Timothy Ronald bikin kelas edukasi kripto bernama Akademi Crypto. Tapi alih-alih dapet ilmu, para korban malah ngerasa dijebak buat ngelakuin transaksi keuangan yang nggak jelas legalitasnya.

“Di dalam kelas tersebut tidak berisikan edukasi, melainkan arahan-arahan atau paksaan agar orang-orang melakukan transaksi keuangan secara ilegal,” beber Jajang.

Nggak cuma demo, Jajang juga mention nama-nama gede di DPR kayak Habiburokhman, Ahmad Sahroni, dan Sufmi Dasco Ahmad. Dia berharap para politisi vokal ini mau dengerin aspirasi korban dan ngedesak diadainnya Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Saya sangat berharap Bapak Habiburokhman mau mendengar aspirasi para korban. Begitu juga Bapak Ahmad Sahroni dan Bapak Sufmi Dasco. Kita melihat ketika ada aspirasi masyarakat, beliau-beliau ini selalu siap menerima, mendengarkan, dan turut mengawasi proses hukum yang sedang berlangsung,” harap Jajang.

Para korban nuntut biar kasus dugaan penipuan, transfer dana ilegal, sampe pencucian uang (TPPU) ini diusut tuntas. Mereka pengen uang mereka balik 100% dan nggak ada lagi yang jadi korban predator finansial berkedok edukasi kayak gini.

Layanan kami

Kami tidak hanya berperan sebagai pengacara, tetapi sebagai pelindung kepentingan klien. Setiap langkah prosedural yang kami ambil adalah bagian dari strategi besar untuk mencapai keadilan yang nyata dan solusi yang tuntas bagi klien kami.

Hubungi:

Kami siap membantu anda.

0813 122 6116