Korban Dugaan Penipuan Akademi Crypto Timothy Ronald Gelas Aksi dii Depan Gedung OJK

Korban Dugaan Penipuan Akademi Crypto Timothy Ronald Gelas Aksi dii Depan Gedung OJK

WowSeleb Gelombang protes mewarnai kawasan Lapangan Banteng saat para korban dugaan penipuan trading kripto Timothy Ronald mendatangi Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta Pusat, Rabu (4/3). Massa tampak kompak mengenakan topeng seraya membentangkan spanduk putih sepanjang 40 meter sebagai simbol perlawanan terhadap Akademi Crypto yang dinilai telah merugikan membernya.

Kasus ini mencuat setelah banyak anggota komunitas merasa tertipu dengan janji manis keuntungan yang ditawarkan oleh influencer kripto tersebut bersama rekannya, Kalimasada. Mereka mendesak otoritas terkait untuk segera turun tangan mengusut tuntas aliran dana dan legalitas operasional akademi yang diduga telah memakan korban dengan kerugian fantastis.

Kuasa hukum para korban, Jajang, mengingatkan bahwa demonstrasi hari ini hanyalah permulaan dari gerakan yang lebih masif jika keadilan tidak ditegakkan. Ia menegaskan bahwa massa siap kembali dengan jumlah yang jauh lebih besar apabila penanganan kasus ini berjalan lambat di mata hukum.

“Ini aksi kami hanya perwakilan. Tidak menutup kemungkinan, dan dipastikan kalau proses hukumnya berjalan seperti semut, maka kami akan datang, akan melaksanakan aksi yang lebih besar,” kata Jajang di lokasi.

Selain menyasar OJK sebagai regulator keuangan, tekanan juga diarahkan keras kepada pihak kepolisian agar tidak main main dalam menangani berkas laporan yang sudah masuk. Jajang pun meminta perhatian khusus dari pimpinan tertinggi Polri untuk memantau kinerja penyidik dalam memproses kasus di Polda Metro Jaya.

“Kami mau melihat seberapa peduli Bapak Kapolri melalui Pak Kapolda Metro Jaya memproses laporan kami yang ada di Polda Metro Jaya,” tutur Jajang.

Kehadiran massa di depan gedung OJK ini memiliki misi spesifik untuk meminta kejelasan regulasi dan tindakan tegas terhadap terlapor. Perwakilan hukum korban berharap OJK dapat merespons keluhan masyarakat ini dengan kecepatan dan keadilan yang nyata tanpa pandang bulu.

“Kami menyampaikan agar aksi hari ini ditanggapi dengan cepat, diatensi dengan cepat, dan dilaksanakan dengan seadil-adilnya,” ucap Jajang lagi.

Inti dari permasalahan ini menyoroti bagaimana Timothy Ronald dan rekannya menjalankan bisnis yang diduga kuat menabrak aturan perundang-undangan di sektor keuangan Indonesia. Jajang mempertanyakan validitas aktivitas keuangan Akademi Crypto yang dinilai telah merugikan banyak pihak secara finansial.

“Bagaimana dengan perbuatan yang kami laporkan tersebut, Timothy Ronald dan Kalimasada? Bagaimana aktivitas keuangan mereka melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia?” tambah Jajang.

Lambatnya progres penegakan hukum menjadi pemicu utama mengapa para korban akhirnya memutuskan untuk turun ke jalan dan menggelar demonstrasi secara fisik. Menurut Jajang, aksi ini mutlak diperlukan untuk memancing perhatian publik agar kasus ini tidak menguap begitu saja ditelan waktu.

“Karena kami melihat ada sedikit keterlambatan atau lambat prosesnya, oleh sebab itu kami perlu melakukan aksi, mendorong agar ini menjadi atensi publik,” tutur Jajang lagi.

Sebagai informasi, salah satu korban bernama Younger,  sebelumnya telah melaporkan kasus ini sejak Januari 2026. Saat ditemui di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, pria tersebut membeberkan nominal miliaran rupiah yang raib akibat skema investasi yang diikuti.

“Sesuai laporan saya, kerugiannya sekitar Rp3 miliar,” ujar Younger di lokasi berbeda.

Sumber : https://www.wowseleb.com/news.php?korban-dugaan-penipuan-akademi-crypto-timothy-ronald-gelas-aksi-dii-depan-gedung-ojk

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *